Jakarta — Pelaksanaan mudik Lebaran 2026 mendapatkan apresiasi dari Komisi V DPR RI setelah mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas secara nasional. Capaian tersebut dinilai sebagai hasil dari peningkatan koordinasi lintas sektor yang semakin solid dalam mengelola arus mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam rapat kerja evaluasi mudik 2026 yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga Basarnas. Rapat tersebut menjadi forum penting untuk meninjau kinerja pengamanan dan pengelolaan arus mudik serta arus balik secara menyeluruh.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyampaikan bahwa penurunan angka kecelakaan menjadi indikator nyata adanya perbaikan dalam koordinasi antar lembaga. Ia menilai bahwa sinergi yang dibangun selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 mampu memberikan dampak signifikan terhadap keselamatan masyarakat di jalan.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, jumlah pemudik pada tahun 2026 tercatat mencapai 147,55 juta orang. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 4,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 154,62 juta orang. Penurunan mobilitas ini turut berkontribusi terhadap berkurangnya kepadatan di sejumlah jalur utama.
Di sisi lain, data dari Korlantas Polri menunjukkan adanya penurunan angka kecelakaan selama periode 13 hingga 25 Maret 2026. Jumlah kejadian kecelakaan tercatat sebanyak 2.727 kasus, turun sekitar 5,3 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 2.880 kasus. Penurunan ini menunjukkan adanya peningkatan efektivitas dalam pengelolaan lalu lintas selama masa mudik.
Tren serupa juga tercermin dalam data Kementerian Perhubungan untuk periode H-8 hingga H+8 Lebaran, yakni 13 hingga 29 Maret 2026. Jumlah kecelakaan tercatat sebanyak 3.517 kasus atau mengalami penurunan sebesar 6,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 3.754 kasus.
Capaian tersebut tidak hanya mencerminkan keberhasilan dalam pengaturan arus kendaraan, tetapi juga menunjukkan peningkatan kesadaran keselamatan di kalangan pengguna jalan. Berbagai kebijakan yang diterapkan selama Operasi Ketupat 2026, seperti rekayasa lalu lintas, pengawasan intensif, serta optimalisasi transportasi umum, dinilai turut berkontribusi dalam menekan angka kecelakaan.
Lasarus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan mudik Lebaran 2026. Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif dari berbagai instansi yang bekerja secara terintegrasi di lapangan.
Menurutnya, pengorbanan para petugas yang bertugas selama periode Lebaran patut mendapatkan penghargaan. Banyak di antara mereka yang tetap menjalankan tugas di tengah momentum hari raya, demi memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.
Ia juga menyoroti peran Korlantas Polri yang dinilai berhasil mengelola arus lalu lintas dengan baik. Di bawah kepemimpinan Kakorlantas, berbagai strategi pengaturan lalu lintas dapat diterapkan secara efektif, sehingga mampu mengurangi potensi kemacetan dan kecelakaan.
Selain itu, kontribusi dari kementerian dan lembaga lain juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan tersebut. Kementerian Perhubungan berperan dalam pengaturan transportasi, Kementerian Pekerjaan Umum memastikan kesiapan infrastruktur jalan, sementara BMKG memberikan informasi cuaca yang akurat untuk mendukung keselamatan perjalanan. Basarnas turut berperan dalam kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di lapangan.
Koordinasi yang terjalin antar lembaga ini dinilai semakin matang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Setiap instansi mampu menjalankan perannya secara optimal dan saling melengkapi, sehingga menciptakan sistem pengelolaan mudik yang lebih terintegrasi.
Meski demikian, DPR menilai bahwa capaian ini tetap perlu dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan. Tantangan dalam pengelolaan mudik diperkirakan akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan pertumbuhan jumlah kendaraan.
Oleh karena itu, upaya peningkatan koordinasi dan inovasi kebijakan perlu terus dilakukan. Penggunaan teknologi, penguatan sistem pengawasan, serta peningkatan edukasi kepada masyarakat menjadi langkah strategis yang perlu diperkuat di masa mendatang.
Evaluasi mudik 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas. Penurunan angka kecelakaan tidak hanya menjadi capaian statistik, tetapi juga mencerminkan keberhasilan dalam melindungi masyarakat dari risiko di jalan.
Dengan sinergi yang terus diperkuat, diharapkan pelaksanaan mudik di tahun-tahun berikutnya dapat berjalan lebih baik. Keselamatan dan kenyamanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil.
Pada akhirnya, keberhasilan mudik Lebaran 2026 menjadi bukti bahwa koordinasi lintas sektor yang solid mampu memberikan dampak nyata. Penurunan angka kecelakaan menjadi indikator bahwa upaya bersama yang dilakukan telah berjalan ke arah yang positif.






