Pemerintah resmi menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) nasional pada Selasa (24/3) siang untuk mengantisipasi puncak arus balik Lebaran. Kebijakan ini diberlakukan di ruas tol utama guna mengurai kepadatan kendaraan yang diperkirakan meningkat signifikan pada hari tersebut.
Penerapan sistem one way nasional ditandai dengan seremoni pelepasan (flag off) di Gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah. Sejumlah pejabat tinggi negara hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Menteri Perhubungan, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Gubernur Jawa Tengah. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengelola arus balik secara terpadu.
Kebijakan satu arah ini diberlakukan dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung hingga KM 70 ruas Tol Jakarta–Cikampek. Dengan skema tersebut, seluruh lajur tol difokuskan untuk mengalirkan kendaraan menuju arah Jakarta. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pergerakan kendaraan sekaligus mengurangi potensi kemacetan panjang di titik-titik rawan.
Dalam keterangannya, pemerintah menegaskan bahwa penerapan one way nasional merupakan bagian dari strategi manajemen lalu lintas selama periode arus balik. Tujuannya tidak hanya untuk mengurai kepadatan, tetapi juga untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan. Selain itu, koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat agar pelaksanaan kebijakan berjalan optimal di lapangan.
Sebelumnya, pemerintah telah memprediksi bahwa puncak arus balik Lebaran akan terjadi pada dua periode, yaitu 24–25 Maret serta 28–29 Maret. Prediksi ini didasarkan pada pola pergerakan masyarakat pada tahun-tahun sebelumnya, serta mempertimbangkan kebijakan cuti bersama dan fleksibilitas kerja yang diterapkan tahun ini.
Seiring dengan hal tersebut, aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan balik pada tanggal puncak, khususnya 24 Maret. Imbauan ini disampaikan untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan dalam waktu bersamaan yang berpotensi menimbulkan kemacetan parah.
Selain menghindari tanggal puncak, masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) yang masih berlaku pada beberapa hari setelah Lebaran. Dengan adanya fleksibilitas kerja ini, pemudik memiliki alternatif waktu perjalanan yang lebih longgar. Kondisi tersebut diharapkan dapat mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata.
Lebih lanjut, aparat menekankan pentingnya perencanaan perjalanan yang matang. Pengendara diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat. Di samping itu, pemudik juga diingatkan untuk menjaga kondisi fisik agar tetap fit selama perjalanan. Istirahat secara berkala di rest area menjadi langkah penting untuk menghindari kelelahan.
Penerapan one way nasional ini juga didukung oleh kesiapan infrastruktur dan personel di lapangan. Petugas gabungan dari kepolisian, dinas perhubungan, hingga pengelola jalan tol disiagakan di berbagai titik strategis. Mereka bertugas mengatur arus lalu lintas, memberikan informasi kepada pengguna jalan, serta menangani situasi darurat apabila terjadi kendala di perjalanan.
Di sisi lain, pemerintah juga terus memantau kondisi lalu lintas secara real time. Pemantauan ini dilakukan melalui berbagai sistem pengawasan, termasuk kamera pemantau dan pusat kendali lalu lintas. Dengan demikian, setiap dinamika di lapangan dapat segera direspons melalui penyesuaian rekayasa lalu lintas jika diperlukan.
Meskipun kebijakan one way nasional dinilai efektif dalam mengurai kepadatan, masyarakat tetap diingatkan untuk mematuhi aturan yang berlaku. Disiplin dalam berkendara, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu lalu lintas menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan bersama.
Secara keseluruhan, penerapan sistem satu arah nasional pada arus balik Lebaran tahun ini merupakan upaya komprehensif pemerintah dalam mengelola mobilitas masyarakat. Dengan sinergi antara kebijakan, kesiapan petugas, serta partisipasi masyarakat, diharapkan perjalanan arus balik dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan terkendali.

