Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho meminta seluruh jajaran kepolisian untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi lonjakan pergerakan masyarakat dalam skema mudik lokal atau aglomerasi. Prediksi ini muncul seiring meningkatnya mobilitas warga pasca perayaan Idulfitri yang tidak hanya terpusat pada perjalanan jarak jauh, tetapi juga pergerakan antarwilayah yang berdekatan.
Dalam keterangannya di Command Center KM 29 Tol Jakarta–Cikampek, Cikarang Utara, Sabtu (21/3/2026), Kakorlantas menegaskan bahwa potensi kepadatan justru diperkirakan terjadi pada pergerakan lokal yang berlangsung dalam waktu relatif bersamaan. Oleh karena itu, seluruh personel diminta tetap siaga penuh untuk memantau dan mengendalikan arus lalu lintas di berbagai titik strategis.
Ia menjelaskan bahwa pola perjalanan masyarakat saat ini tidak hanya didominasi oleh arus mudik utama dari Jakarta menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebaliknya, pergerakan lokal antarkota dalam satu kawasan menjadi perhatian utama karena volumenya yang besar dan berlangsung dalam waktu yang hampir bersamaan.
Pergerakan tersebut diprediksi terjadi di sejumlah wilayah aglomerasi, seperti Jabodetabek, Solo Raya, hingga kawasan Surabaya dan Bali. Di wilayah-wilayah ini, masyarakat cenderung melakukan perjalanan jarak pendek untuk bersilaturahmi atau mengunjungi destinasi tertentu setelah momen Lebaran.
Kakorlantas menekankan bahwa kondisi ini telah diantisipasi sejak awal melalui koordinasi lintas instansi serta pemetaan titik-titik rawan kepadatan. Dengan demikian, pengendalian lalu lintas tidak hanya berfokus pada jalur tol utama, tetapi juga mencakup jalan arteri, kawasan perkotaan, serta akses menuju destinasi wisata.
Selain itu, jajaran kepolisian juga diminta untuk terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap dinamika pergerakan kendaraan. Pendekatan berbasis data dan pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam menentukan langkah-langkah pengaturan lalu lintas di lapangan.
Di sisi lain, Kakorlantas turut menyoroti potensi peningkatan aktivitas masyarakat di lokasi wisata. Setelah perayaan Idulfitri, sejumlah destinasi diperkirakan akan mengalami lonjakan pengunjung yang signifikan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kepadatan di jalur akses menuju kawasan wisata maupun di area parkir.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengamanan di lokasi wisata akan diperketat. Petugas di lapangan akan melakukan pengaturan arus kendaraan, memastikan ketersediaan kantong parkir, serta menghindari terjadinya penumpukan kendaraan di badan jalan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Tidak hanya di wilayah darat, pengawasan juga diperluas hingga ke simpul transportasi lain, seperti pelabuhan penyeberangan. Sejumlah pelabuhan utama yang menghubungkan antarwilayah telah masuk dalam skema pengamanan terpadu. Petugas memastikan bahwa pergerakan penumpang dan kendaraan tetap berjalan tertib serta sesuai dengan kapasitas layanan yang tersedia.
Kakorlantas juga mengingatkan bahwa pengelolaan arus lalu lintas pada periode ini membutuhkan kerja sama dari seluruh pihak, termasuk masyarakat. Pengguna jalan diimbau untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, mengikuti arahan petugas, serta menghindari perilaku yang dapat memperburuk kondisi di lapangan.
Dalam situasi mobilitas tinggi, kedisiplinan menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran perjalanan. Pengemudi diharapkan dapat merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk memilih waktu yang tepat serta mempertimbangkan kondisi lalu lintas terkini.
Lebih lanjut, Kakorlantas menegaskan bahwa seluruh pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang telah didirikan selama Operasi Ketupat 2026 akan terus dioptimalkan. Pos-pos tersebut berfungsi sebagai pusat kendali sekaligus titik pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan.
Petugas di pos tersebut tidak hanya bertugas mengatur lalu lintas, tetapi juga memberikan informasi, bantuan darurat, hingga layanan kesehatan. Dengan demikian, kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, Kakorlantas memastikan bahwa seluruh strategi pengamanan dan pengaturan lalu lintas akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan setiap langkah yang diambil tetap efektif dan tepat sasaran.
Melalui kesiapsiagaan yang menyeluruh, kepolisian berharap pergerakan masyarakat selama periode Lebaran, termasuk mudik lokal, dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen untuk menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di berbagai wilayah.

