Site icon papuaaround.com

Kakorlantas Resmi Tutup One Way Nasional, Siapkan Pengamanan Idul Fitri dan Arus Balik

Kakorlantas Resmi Akhiri One Way Nasional, Siapkan Idul Fitri dan Arus Balik

Kakorlantas Resmi Akhiri One Way Nasional, Siapkan Idul Fitri dan Arus Balik

Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi menghentikan penerapan sistem rekayasa lalu lintas one way nasional pada arus mudik Lebaran 2026. Kebijakan yang sebelumnya diberlakukan dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung itu dihentikan pada Jumat (20/3/2026) atau H-1 Idul Fitri setelah melalui evaluasi menyeluruh.

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa keputusan penghentian tersebut diambil berdasarkan hasil koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Selain itu, langkah tersebut juga telah mendapatkan persetujuan dari pimpinan Polri sebagai bagian dari strategi pengaturan lalu lintas yang dinamis.

Ia menjelaskan, sebelum sistem dihentikan, pihaknya terlebih dahulu melakukan tahapan sosialisasi kepada masyarakat. Setelah itu, petugas melakukan proses sterilisasi jalur untuk memastikan kesiapan sebelum arus lalu lintas dikembalikan ke kondisi normal dua arah.

Penghentian sistem one way nasional secara resmi dilakukan pada pukul 14.22 WIB. Sejak saat itu, arus kendaraan baik yang menuju Jakarta maupun yang mengarah ke wilayah timur kembali berjalan normal. Kondisi tersebut menjadi penanda bahwa fase puncak arus mudik telah berhasil dilalui dengan relatif terkendali.

Kakorlantas menilai, secara umum pelaksanaan arus mudik tahun ini berjalan dengan baik meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah kendaraan yang melintas mengalami kenaikan sekitar 4,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya tercatat sekitar 258 ribu kendaraan, pada tahun ini meningkat menjadi sekitar 270 ribu kendaraan.

Menghadapi lonjakan tersebut, Korlantas Polri menerapkan sejumlah strategi yang berbeda dari tahun sebelumnya. Salah satunya adalah penutupan Jalan Layang MBZ untuk mendukung kelancaran arus utama. Selain itu, rekayasa lalu lintas berupa contraflow hingga tiga lajur juga diterapkan di sejumlah titik strategis, mulai dari KM 36 hingga KM 70.

Langkah tersebut terbukti efektif dalam menjaga pergerakan kendaraan tetap mengalir menuju wilayah tujuan. Dengan dukungan rekayasa lalu lintas yang terukur, kepadatan yang berpotensi menimbulkan kemacetan panjang dapat diminimalkan.

Setelah fase arus mudik dinyatakan terkendali, Korlantas kini mengalihkan fokus pada pengamanan Hari Raya Idul Fitri. Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mencakup berbagai kegiatan masyarakat seperti malam takbiran, pelaksanaan Salat Id, hingga aktivitas di lokasi wisata.

Selain itu, petugas juga disiagakan di sejumlah titik strategis untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang merayakan hari raya.

Di sisi lain, Korlantas Polri juga mulai mempersiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi arus balik. Kakorlantas mengingatkan bahwa tingginya jumlah pemudik yang berangkat berpotensi menimbulkan lonjakan serupa saat kembali ke kota asal.

Untuk itu, berbagai skenario rekayasa lalu lintas telah disusun. Strategi tersebut meliputi pemanfaatan tol fungsional, pengaturan di titik-titik persimpangan, serta kemungkinan pengalihan arus kendaraan. Semua langkah ini akan diterapkan secara situasional berdasarkan kondisi di lapangan.

Selain mengandalkan rekayasa lalu lintas, Korlantas juga memanfaatkan teknologi pemantauan berbasis data real-time. Dengan sistem tersebut, petugas dapat mengambil keputusan secara cepat dan tepat dalam merespons dinamika arus kendaraan.

Puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada 24 Maret 2026. Sebagai langkah awal, Korlantas merencanakan penerapan sistem one way secara bertahap dari KM 414 hingga kawasan Pejagan. Namun, apabila volume kendaraan meningkat signifikan, sistem one way nasional akan kembali diberlakukan.

Kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan hasil pemantauan traffic counting di lapangan. Dengan pendekatan berbasis data, diharapkan pengaturan lalu lintas dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Meski kondisi arus lalu lintas saat ini telah kembali normal, Korlantas Polri tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga keselamatan selama perjalanan. Pengendara diminta untuk mematuhi batas kecepatan, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik.

Selain itu, pemudik juga diingatkan untuk memastikan saldo uang elektronik mencukupi guna menghindari hambatan di gerbang tol. Kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan juga menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran perjalanan.

Dengan berakhirnya penerapan one way nasional pada arus mudik, Korlantas Polri kini berkomitmen untuk memastikan pengamanan Idul Fitri berjalan optimal sekaligus mempersiapkan arus balik secara matang. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama momentum Lebaran 2026.

Exit mobile version