Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri yang juga menjabat sebagai Kepala Operasi Pusat (Kaopspus) Operasi Ketupat 2026, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, memastikan seluruh rangkaian pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah telah dipersiapkan secara optimal. Fokus pengamanan tidak hanya pada kelancaran arus mudik, tetapi juga mencakup kegiatan ibadah dan aktivitas masyarakat selama momentum Ramadan hingga Idul Fitri.
Pernyataan tersebut disampaikan saat melakukan pemantauan di Pos Polisi Thamrin, Jakarta, Jumat (20/3/2026). Dalam kesempatan itu, Kakorlantas menegaskan bahwa jajaran kepolisian di seluruh wilayah telah berada dalam kondisi siap untuk mengamankan berbagai kegiatan masyarakat, termasuk malam takbiran dan pelaksanaan Salat Id.
Ia menjelaskan, pengamanan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai satuan tugas yang tersebar di titik-titik strategis. Sejumlah lokasi seperti masjid, lapangan terbuka untuk Salat Id, hingga pusat keramaian menjadi prioritas utama pengawasan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama perayaan Idul Fitri.
Menurutnya, Operasi Ketupat 2026 merupakan operasi kemanusiaan yang tidak hanya berorientasi pada pengaturan lalu lintas. Lebih dari itu, operasi ini bertujuan memastikan seluruh aktivitas masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga hari raya dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman.
Selain aspek pengamanan ibadah, Kakorlantas juga memberikan perhatian terhadap kondisi lalu lintas yang terus mengalami peningkatan seiring mendekatnya puncak arus mudik. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, arus kendaraan di sejumlah jalur, baik tol maupun arteri, menunjukkan tren peningkatan. Meski demikian, situasi secara umum masih dapat dikendalikan oleh petugas di lapangan.
Untuk mengantisipasi kepadatan, kepolisian telah menyiapkan berbagai strategi rekayasa lalu lintas. Di antaranya adalah sistem buka tutup jalan, pengalihan arus, contraflow, hingga penerapan one way di ruas-ruas tertentu. Kebijakan tersebut diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan serta hasil analisis data lalu lintas.
Kakorlantas menegaskan bahwa seluruh kebijakan tersebut tidak dilakukan secara tiba-tiba. Setiap langkah diambil melalui koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan pengelola jalan tol. Dengan demikian, setiap keputusan diharapkan dapat memberikan dampak optimal dalam menjaga kelancaran arus kendaraan.
Ia juga mengungkapkan bahwa puncak arus mudik di jalan tol diperkirakan terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026, dengan volume kendaraan mencapai sekitar 270 ribu unit. Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Oleh karena itu, kesiapan personel dan infrastruktur menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas lalu lintas selama periode tersebut.
Di sisi lain, pengamanan jalur arteri juga menjadi perhatian serius. Meski volume kendaraan meningkat, petugas di lapangan tetap mampu menjaga arus lalu lintas agar tidak mengalami kemacetan signifikan. Hal ini didukung oleh kesiapsiagaan aparat serta penerapan strategi pengaturan yang fleksibel.
Kakorlantas menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna memastikan seluruh rangkaian Operasi Ketupat berjalan efektif. Sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan stakeholder terkait dinilai menjadi elemen penting dalam menciptakan situasi yang kondusif selama masa mudik dan perayaan Idul Fitri.
Lebih lanjut, ia berharap seluruh upaya yang telah dilakukan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat. Dengan pengamanan yang menyeluruh, masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk sekaligus melakukan perjalanan mudik dengan nyaman.
Dalam penutupnya, Kakorlantas menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat. Ia memastikan bahwa seluruh personel akan tetap siaga dalam mengawal setiap tahapan kegiatan, mulai dari arus mudik, pelaksanaan ibadah, hingga arus balik setelah Idul Fitri.
Dengan kesiapan yang matang dan dukungan berbagai pihak, Operasi Ketupat 2026 diharapkan mampu menciptakan suasana yang aman, tertib, dan lancar. Hal ini sejalan dengan tujuan utama operasi, yaitu memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat selama menjalani momentum penting bersama keluarga.





