Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa kondisi arus lalu lintas pada Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah terpantau dalam keadaan terkendali, baik di jalur tol maupun arteri. Hal tersebut disampaikan dalam pembaruan situasi terkini yang juga mencakup langkah antisipasi menghadapi arus balik dan mobilitas masyarakat pasca-Lebaran.
Dalam keterangannya, Kakorlantas mengawali dengan menyampaikan ucapan Idulfitri kepada masyarakat. Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa secara umum arus kendaraan pada hari H Lebaran masih dapat dikelola dengan baik, meskipun sempat terjadi peningkatan volume kendaraan di beberapa titik.
Ia mengungkapkan bahwa pada pukul 11.00 WIB sempat terjadi lonjakan arus di ruas Tol Jakarta-Cikampek, khususnya di segmen KM 57 hingga KM 70. Kondisi tersebut mendorong petugas untuk segera menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow guna menjaga kelancaran arus kendaraan yang menuju Trans Jawa.
Menurutnya, langkah tersebut terbukti efektif dalam mengurai kepadatan sehingga arus kendaraan tetap bergerak. Ia menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas dilakukan secara cepat dan responsif berdasarkan kondisi lapangan.
Selain itu, Kakorlantas juga memaparkan distribusi kendaraan selama arus mudik. Sekitar 66 persen kendaraan tercatat bergerak menuju jalur Trans Jawa, sementara sekitar 33 persen lainnya mengarah ke wilayah Jawa Barat. Data ini menjadi dasar dalam menyusun strategi pengelolaan arus balik yang diperkirakan akan mengalami lonjakan serupa.
Untuk wilayah Jawa Barat, ia menyebutkan bahwa keberadaan jalur alternatif seperti Tol Japek II Selatan menjadi solusi strategis dalam mengurangi kepadatan. Jalur tersebut bahkan telah diuji coba dan direncanakan akan difungsikan secara maksimal saat puncak arus balik.
Sementara itu, untuk kendaraan yang menuju jalur Trans Jawa, pengelolaan lalu lintas akan dilakukan secara lebih intensif. Hal ini mengingat tingginya volume kendaraan yang bergerak di koridor tersebut.
Kakorlantas juga menyoroti pentingnya antisipasi terhadap fenomena aglomerasi, yaitu pergerakan masyarakat dalam jarak dekat antarwilayah. Aktivitas ini diperkirakan akan meningkat setelah Hari Raya, terutama di kawasan seperti Jabodetabek, Solo Raya, Semarang, hingga wilayah Jawa Timur dan Bali.
Menurutnya, aglomerasi berpotensi menimbulkan kepadatan di sejumlah titik, termasuk kawasan wisata. Oleh karena itu, seluruh jajaran kepolisian telah disiagakan melalui pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut.
Pengamanan juga difokuskan pada lokasi wisata yang diperkirakan mengalami peningkatan kunjungan. Pengelolaan lalu lintas di kawasan tersebut mencakup pengaturan arus masuk dan keluar, penyediaan kantong parkir, serta penertiban parkir liar yang berpotensi menghambat kelancaran lalu lintas.
Selain itu, Kakorlantas memastikan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama periode Lebaran tetap dalam keadaan kondusif. Ia menyebutkan bahwa tidak terdapat peristiwa menonjol yang mengganggu stabilitas keamanan.
Dari sisi keselamatan, terdapat tren positif yang ditunjukkan melalui penurunan angka kecelakaan. Data terbaru mencatat bahwa angka fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan hingga 27 persen. Sementara itu, jumlah kejadian kecelakaan juga menurun sekitar 3,5 persen.
Capaian tersebut menunjukkan efektivitas langkah pengamanan dan pengaturan lalu lintas yang telah dilakukan. Kakorlantas menegaskan bahwa tren positif ini akan terus dipertahankan hingga periode arus balik.
Terkait arus balik, Korlantas Polri telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan sistem one way. Rencananya, pada 23 Maret akan dilakukan pengelolaan awal berdasarkan data traffic counting. Jika diperlukan, akan diterapkan one way lokal secara bertahap dari KM 414 menuju KM 70.
Skema tersebut akan dilaksanakan dalam beberapa tahap. Pada tahap awal, penerapan one way kemungkinan akan dimulai hingga KM 263 atau kawasan Pejagan. Apabila volume kendaraan masih tinggi, maka sistem tersebut akan diperluas hingga KM 70.
Selain itu, untuk mengantisipasi penyempitan jalur di sekitar KM 70, petugas juga menyiapkan contraflow di segmen tertentu, seperti dari KM 70 hingga KM 55 atau bahkan hingga KM 36. Keputusan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi lalu lintas yang terus dipantau secara real-time.
Dengan berbagai langkah yang telah disiapkan, Kakorlantas berharap arus balik Lebaran dapat berjalan lancar dan aman. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam berkendara, menjaga kondisi fisik, serta mematuhi aturan lalu lintas.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan arus lalu lintas tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga pada kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, kerja sama antara pengguna jalan dan aparat menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan selama periode Lebaran.

